Aku cinta padamu! Tentu kita semua pernah mengatakannya baik itu pada pasangan dan buah hati, tapi apa pernah kita ucapkan pada tubuh kita? Kalau belum, segera, karena sadarilah kita hanya punya satu. Tapi, ironiya boro-boro mengucap cinta, yang ada justru umpatan dan rasa tidak bersyukur akan tubuh yang dimiliki. Bagaimana kalau dirubah? Caranya? Banyak, baca Bicara Tubuh bisa jadi salah satunya.

Rasa penasaran membuat banyak mata ingin segera membuka buku ini, karena sedikit sekali clue yang ada pada cover dengan dominasi hitam ini. Hanya ada tulisan Bicara Tubuh, foto pundak serta nama Ucita Pohan dan Jozz Felix serta logo penerbit di pojok kanan. Begitu kita membukanya, kita akan mendapati 5 bagian buku Bicara Tubuh yaitu Rupa, Daya, Inti, Langkah, Tanda.

Apa yang dimaksud dengan Rupa? Semua bagian tubuh yang ada pada kepala. Rambut, mata, hidung, bibir hingga leher. Anda tidak akan menemukan pengertian rambut secara kaku atau pengertian sesuai Wikipedia, melainkan perumpaan indah dari Ucita.

“Bahwa setiap hari harus merelakan beberapa darimu berpisah dengan kawanannya adalah sesuatu yang tidak pernah dirisaukan. Diiiringi kehadiran kelompok baru yang tak dirayakan. Tidak jarang harus melerai dan memaksamu mengikuti yang diinginkan mereka walaupun itu bukan bagaimana engkau terlahir. Senantiasa kau bertumbuh untuk menyelamatkan. Sungguh aku menyukaimu, mahkota yang melindungi”. (Rambut)

Pun sama dengan 4 bagian lain dimana diceritakan indah dengan tulisan Ucita dan detail foto Jozz, seperti untuk tahi lalat dalam bagian Tanda.
“Jadi pembeda dan pemanis, begitulah yang sering mereka ceritakan tentangmu. Bahkan, tidak sedikit yang mencari-cari arti dan peruntungan berdasarkan tempatmu berada. Selama benar kau bertingkah manis dan tidak sebaliknya, mungkin sebaiknya aku membiarkanmu tinggal dan memberi kesan”.

Bicara Tubuh dibuat oleh dua sosok mumpuni di masing-masing bidang namun sepakat untuk melebur dalam sebuah karya berupa buku. Bicara Tubuh merupakan kumpulan puisi yang melengkapi foto bagian tubuh manusia sebagai pengingat akan betapa berharganya mereka dengan segala macam fungsinya untuk yang memilikinya.

Narasi-narasi indah berupa puisi yang ditulis tidak lain adalah karya Ucita Pohan, blogger, traveler, mc, penyiar radio, beauty and fashion enthusiast atau paling simple disebut dengan lifestyle influencer. Tulisannya melengkapi foto-foto Jozz Felix, fotografer resmi beberapa musisi kenamaan Indonesia seperti Glenn Fredly serta fotografer komersial berbagai perusahaan besar yang kali ini ingin menunjukkan bagian-bagian tubuh kita yang kadang terlupakan namun punya sumbangsih untuk kelengkapan fungsi keseluruhan.

Pada akhir buku, kita akan membaca satu paragraf yang rasanya akan terus kita ingat sebagai alarm untuk mulai, terus dan semakin mencintai tubuh. “Wahai raga, kita satu tim. Aku tidak seharusnya menyalahkanmu karena kita diciptakan untuk tidak dapat saling meninggalkan. Mari berjanji berselarasa dalam gerak. Berjalan bersama hingga nanti saatnya henti”. (Deedee/ She Radio)