Ke manakah alat-alat berat yang telah usang itu pergi? Traktor atau mobil pengeruk yang menua dan tak lagi bisa diajak bekerja? Atau kita pernah bertanya, kapal-kapal laut jika datang yang baru, yang lama disandarkan di mana?

julajuli.com

Mereka tak kan kemana-mana. Selama pabrik peleburan besi masih ada, para pengepul tetap memburu bagian kapal dan alat-alat berat yang dominan besi itu, untuk dipotong menjadi bagian kecil dan disetor ke pabrik-pabrik untuk dijadikan bahan baku besi lagi, yang siap dicetak untuk dibentuk dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

julajuli.com

Ahmad Taufik, salah satu pengepul besi bekas, berburu bangkai kapal hingga Kalimantan untuk diborong dan mendatangkan bongkahannya ke bilangan Utara Surabaya. Di ‘bengkel’ nya ini, dia mempekerjakan beberapa orang sekitar untuk menjadi kuli potong besi-besi tua. Sudah sebelas tahun dia menjalani bisnis ini. “Sebelumnya Abah saya yang sudah menjalankan usaha ini lebih 30 tahun lalu,” ujarnya. Diapun tertarik untuk membuka usaha yang sama.

julajuli.com

Sekarang sudah belasan pabrik peleburan besi di sekitaran Surabaya yang Mas Taufik setok. Mulai dari Mojokerto, Gresik hingga Solo. Selama masih ada alat-alat berat bekerja, Mas Taufik siap menunggu sampai dia menua, memecahnya menjadi bagian-bahian kecil, hingga siap dilebur dijadikan barang lain yang lebih berguna.