Siang itu aktivitas istirahat yang biasanya sepi nampak beda dengan kedatangan pengurus masjid dari kawasan Barat Surabaya. Mengenakan baju rapi bersarung lengkap dengan kopyah, Dia didampingi rekannya yang berpakaian lebih santai. Mereka sibuk memilih ganco, cangkul, bethel. Tak lupa tumpukan pleser juga dibolak-balik untuk menemukan ukuran yang pas. “Besok sudah dimulai bangun pondasi masjid” ujarnya.

julajuli.com

Lapak kecil seukuran dua ruko di Jagir Wonokromo itu memang jadi jujugan warga untuk mencari perlengkapan pertukangan. Tak hanya sebagai tempat berjualan, di situ pula para pekerja mengolah lonjoran dan lembaran besi-besi menjadi “perlengkapan tempur” kebutuhan tukang bangunan.

julajuli.com

Pandai besi- para pekerja tukang besi dan baja biasa disebut, sudah menjadi profesi temurun yang mereka kerjakan. Selain perlengkapan pertukangan mereka juga rutin membuat pisau dan golok. Sehari-hari mereka memipihkan besi, memanaskannya, menipiskan. Perapian dari arang kayu tetap digunakan, supaya panas yang dihasilkan bisa maksimal. Mereka juga mengasah dan menyepuhnya dengan cairan tertentu, untuk mengeraskan pisau dan golok hingga siap dipakai.

julajuli.com

Ada yang masih memanfaatkan jasa mereka?