Musim hujan telah tiba, semua harus mulai waspada terutama yang aktivitasnya lebih banyak di luar ruang. Terlebih yang sering berada di atas jalan raya atau berkendara. Hanya 1 kata yang penting, Waspada!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mewanti-wanti masyarakat untuk waspada. Permulaan musim hujan yang turun di awal Nopember. Konon diindikasi puncak musim hujan tahun ini di kisaran bulan Januari hingga Maret 2020.

Bagaimana dengan kendaraan Anda? Dari sekian kewaspadaan yang dituntut perhatiannya adalah Rem (Brake). Adalah satu bagian terpenting dalam otomotif, karena setiap usaha pergerakan juga harus dilengkapi dengan cara menghentikan. Walau fungsinya menghentikan laju kendaraan, sehingga tetap dapat dikendalikan, namun rem bukan satu-satunya. Di antara untuk mengurangi laju kendaraan juga bisa dengan engine brake.

Jaga Rem

Musim hujan seperti sekarang, menuntut ekstra perhatian bagi rem kendaraan Anda. Situasi lalu-lintas atau kondisi jalan, pengemudi kerap memaksa rem bekerja lebih keras. Padahal konsekuensi di balik itu bisa berakibat rem terlanjur panas, hingga berakibat fatal.

  1. Selain tetap menjaga kecepatan mobil pada batas yang ditentukan. Waspadai indikasi rem bermasalah sebagai berikut, segera periksa kendaraan Anda;
  2. Bila mulai terdengar bunyi-bunyi aneh di sekitar roda
  3. Tampak adanya bocor berupa tetesan minyak/ olie
  4. Mobil mulai terasa melambat saat di rem alias kurang responsif
  5. Butuh memompa pedal rem untuk menghentikan kendaraan
  6. Ketika ditekan, pedal rem tidak kembali. Bahkan adanya getaran ketika menekan pedal rem.

julajuli.com

“Perawatan, adalah kata kunci kenyamanan hingga keamanan berkendara. Rem fungsi utamanya menghentikan laju kendaraan. Pertama kali diaktifkan, fungsi rem 95% pada 5 menit pertama, selanjutnya akan terus berkurang dan berkurang,” jelas I Komang Ferry dari Darma

Safety Drive.

Sebab itu pula, bila pemakaian rem dilakukan terus-menerus dalam waktu yang lama, maka akan terus mengurangi kemampuan maksimal fungsi pengeremannya. Kemudian, bagaimana mengantisipasi pengereman pada kondisi hujan atau mungkin dalam genangan air? Berikut siasatnya?

  1. Biasakan selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum menjalankan kendaraan. Yang paling tampak; pedal rem, olie atau minyak rem, dan kampas rem. Bila ragu, lakukan pemeriksaan lebih detil di bengkel.
  2. Selalu berkendara dalam batas kecepatan aman, terlebih di jalur-jalur bebas hambatan yang kerap terpancing memacu kendaraan lebih kencang. Bagaimanapun akan sulit melakukan pengereman dengan baik, bila kecepatan kendaraan sangat tinggi. Waspadai resikonya!
  3. Hindari kebiasaan menekan rem secara terus-menerus. Biasakan melakukanpengereman tekan-lepas, hingga pada jarak dan kecepatan tertentu kemudian lakukan tekanan pada rem secara maksimal. Terutama di lintasan yang licin berair.
  4. Pertimbangkan untuk menerabas genangan air atau jalanan banjir. Sebaiknya jangan membiarkan seluruh permukaan ban tenggelam. Dengan kata lain hindarkan merendam perangkat rem terlalu lama, terlebih sembari menekan rem. Debu-debu atau kotoran yang lepas akibat gesekan panas dari kampas rem, bila terkena air akan mengganggu, menyumbat hingga merusak rem. Toleransi ketinggian air maksimal separuh ban, dan sesegera mungkin pindah ke tempat yang kering.
  5. Hindari rem blong, dengan tidak memaksa rem bekerja terlalu kuat hingga panas dan merusak peralatan di sistem pengereman. Senantiasa membantu mengurangi panas pada rem. Penggantian kampas secara periodik juga jadi solusi.