Tahun Baru Imlek nampaknya kurang meriah tanpa ada Cap Go Meh. Biasanya perayaan Cap Go Meh dilakukan masyarakat Tionghoa seminggu setelah tahun baru Imlek. Pasalnya, Cap Go Meh juga punya makna khusus bagi mereka.

Budi Setiawan, General Manager Deka Hotel Surabaya menuturkan, ketika Cap Go Meh datang, ada satu kuliner khas-nya yang disajikan yaitu Lontong Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh merupakan masakan adaptasi peranakan Tionghoa Indonesia terhadap masakan Indonesia, tepatnya masakan Jawa. "Akan tetapi kini hidangan ini juga kerap disajikan kapan saja, tidak hanya ketika Cap Go Meh," kata Budi.  

julajuli.com

Hidangan ini terdiri 10 macam isian, sesuai dengan namanya Cap Go Meh. Mulai dari lontong, ayam masak kare, daging rendang dengan bumbu rujak, telur rebus petis, sambel goreng kentang hati, docang atau terancam yang merupakan makanan perpaduan antara budaya Tionghoa antara kacang panjang dan bumbu urap, bubuk ebi, bubuk kacang kedelai atau koya ledelai, dan serundeng kelapa manis. "Sayurnya ada sayur rebung dengan isian petai dan udang. Sambalnya diambil dari bumbu rujak dari daging," jelas Ronang, Chef De Partie Deka Hotel.

Makanan ini memiliki citarasa asin, manis, pedas yang semuanya bercampur dan menyatu dalam satu piring sajian. "Makanya makannya harus dicampur semuanya juga, biar rasanya merata," ujarnya. Menurutnya, standart Lontong Cap Go Meh beberapa restoran memiliki ciri khas masing-masing yang berbeda. Tetapi minimal harus ada 10 item dalam satu porsinya.