Bicara Imlek tanpa menyentuh kuliner otentiknya tak lengkap rasanya. Mulai dari makanan berat hingga snack yang terhidang dalam kudapan khas Imlek punya makna tersendiri. Kue misalnya, ragam kue menyambut Imlek diperkenalkan oleh Hotel Ciputra World Surabaya melalui menu Afternoon Tea. Rikky Yohansen, Pastry Chef The Gallery Restaurant berbagi maknanya kepada Majalah SCG.

Mulai dari otentik Indonesia hingga yang khas Tiongkok ada di sini dengan presentase 50:50. Dimulai dari lapis legit, Rikky menjelaskan kue ini merepresentasikan uang atau kekayaan karena berlapis-lapis. Sedangkan untuk onde-onde, kue berbentuk bulat ini melambangkan kesuburan karena adanya titik-titik di bagian kulitnya. Lebih lanjut chef yang baru saja bergabung dengan The Gallery ini menambahkan bila zaman dahulu orang berfikir banyak anak banyak rezeki, sehingga filosofi itu yang ingin dihadirkan

julajuli.com

Kemudian beranjak ke kue mangkok. Sengaja memilih warna merah untuk mempercantik tampilannya, maksud yang ingin diambil adalah kesenangan dan keceriaan. Di lain sisi, egg tart melambangkan sesuatu yang lebih baik. “ Zaman dulu yang makan egg tart gak sembarangan, harganya mahal makanya di restoran banyak yang jual egg tart. Itu artinya melambangkan sesuatu yang better, kita udah mampu, udah bisa makan egg tart,” beber Rikky pada Jumat (10/1).