Jika Anda berkunjung ke kampus Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Anda akan menemukan Taman Persahabatan, Taman Beringin, Selasar Harmoni, dan sejumlah Vertical Garden. Berdiri di atas lahan seluas 7 Hektar, UNTAG Surabaya mengalokasikan 50 persennya untuk Ruang Terbuka Hijau. Kampus yang memiliki misi menciptakan kampus yang bersih dan asri dengan kebiasaan yang berbasis lingkungan ini memiliki program Eco Campus yang diharapkan dapat menjadikan lingkungan kampus tidak hanya sebagai tempat yang nyaman, teduh, asri dalam kegiatan belajar mengajar, melainkan juga sebagai bentuk pengabdian kampus terhadap lingkungan.

Berkaitan dengan misi tersebut, UNTAG Surabaya memiliki berbagai program pendukung Eco Campus seperti sumur resapan atau biopori, zona hijau, solar cell dan organic waste temporary dump. Di antara flora yang ada di Kampus yang juga dikenal sebagai Kampus Merah Putih ini adalah Pohon Beringin (Benjamin Ficus) berumur 60 tahun yang terdapat di Taman Beringin depan gedung Fakultas Psikologi. Biodiversity unik lainnya adalah pohon pisang kipas atau biasa disebut Traveler’s palm, Pohon Kelapa (Cocos nucifera), Tanaman Kimpul/Talas/Lompong (Colocasia esculenta), Melati Jepang (Pseuderanthemum Reticulatum), Palem Putri (Veitchi merillia), Tanaman Brokoli Kuning (Osmoxylon sp.), Kaca Piring (Gardenia jasminoides), dan Pucuk Merah (Syzygium oleana).

julajuli.com

Rektor Untag Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPAI mengatakan, lingkungan yang bersih dan asri diharapkan membuat mahasiswa merasa lebih nyaman dalam proses belajar, “Belajar itu butuh suasana yang kondusif, karena itu kami optimalkan benar lahan yang kami punya saat ini dengan menjadikannya ruang terbuka hijau. Ini merupakan bagian dari rencana strategi program Eco Campus yang berkelanjutan.”

Di beberapa sudut, ditempatkan gazebo yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan sivitas akademika untuk berdiskusi, mengerjakan tugas, atau sekedar melepas lelah. Saat ini Untag Surabaya sedang membangun eco building, gedung berlantai 10 yang memiliki konsep zero waste, dengan roof garden dan laboratorium solar cell seluas 900m2, dijadwalkan rampung awal 2019.

Program Eco Campus berkelanjutan di UNTAG Surabaya memang dirancang terjaga kontinuitasnya dengan melibatkan jaringan yang dimiliki.  Dalam Workshop Pemilahan Sampah, Wujud Cinta Lingkungan yang dilaksanakan Maret lalu, UNTAG bekerjasama dengan EQWIP HUBs Canada dan menghadirkan Kepala Dinas Kebersihan dan RTH Pemkot Surabaya, Ir. Chalid Buchari untuk memberikan wawasan tentang peran kampus dalam mewujudkan Surabaya yang ramah lingkungan.  

julajuli.com

Sementara teknik mengklasifikasikan sampah dipresentasikan oleh Dra. Noorshanti Sumarah, M.I.Kom., dosen FISIP UNTAG Surabaya yang juga peraih penghargaan pahlawan lingkungan dari Pemerintah Kota Surabaya. Sebelumnya, kegiatan penanaman pohon trembesi dilaksanakan bekerjasama dengan Green Network Indonesia (GNI) Jatim) dan dihadiri Dr. Ir. Abdul Hamid MP (Assisten 3 Gubernur Jatim).

Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang juga university partner dari UN Habitat-UNI,  memiliki 6 Fakultas yang seluruhnya telah terakreditasi (Fakultas Teknik, Fakultas Sastra, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Psikologi), dengan 16 pilihan Program Studi Sarjana (S1), 6 Program Studi Magister (S2) dan 3 Program Studi Doktor (S3). Program studi S1 telah terakreditasi A yaitu Administrasi Negara, Administrasi Niaga, Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Ekonomi Bisnis dan Teknik Mesin.